Jumat, 14 Februari 2020

Self healing


Oleh: Ustdz. DR. Aisah Dahlan

Sbh proses menyenbuhkan diri dari luka batin. Luka batin adl kepenatan kita menahan gejolak emosi.
Emosi itu bukan marah.
Emosi = bergerak / gerakan menjauh
Marah salah satu dari emosi

Ada 6 emosi negatif
Ada 3 emosi positif
(Gambar di foto)

Semangat merupakan salah satu jenis emosi.

Di dlm otak byk listriknya, klo lg byk pikiran mesti minum. Biar solusi bs terakses kembali. 

Berat badan dibagi 30 (untuk mengetahui brp byk konsumsi air yg perlu diminum) ini minimal yaaa.

Tepuk tangan untuk mengaktifkan otak kiri kanan.
Otak emosi tepat di tengah2, sebesar kepalan tangan. Juga jantung sebesar kepalan tangan.

Sistem limbik ada di hewan mamalia.
Manusia lengkap ada otak mamalia dan otak reptil.
Knp ada rasa ga enak di otak tp kita sll pegang hati ?
Rumahnya di kepala , masuk lewat jantung diperkuat 5000x ,
Jantung ini disepakati sbg qolbu.

Jenis emosi bentuk tangga.

Marah tidak bs hilang , klo mau doa : ya Allah , angkat marahku.

Depresi itu tandanya ada ide bunuh diri.
Org depresi ingetin untuk tarik nafas, jgn disuruh dzikir dulu. Tari napas 3-5x. Klo ud ada air mata dan mulai curhat berarti ud naek ke level yg lbh baik.

Apathy sudah tidak bs keluar air mata.
Di level sedih br bs kita tuntun istigfar.

Klo kesel atau ada mslh sm anak 3x tarik nafas panjang
Klo sm suami 9x tarik nafas panjang

Istigfar dilafazkan ,(jgn ngebatin) bs mengambil oksigen sampai 5 ltr. Ketika melafazkan istigfar Diawal keluarkan karbon dioksida. 
Kalimat Tahlil pun bisa.

Sebut Nama Allah dgn muka indah. Ini mah kita seringnya istigfar sambil mukanya jelek.

Hati2 dampak kalimat tayyibah yg diucap dgn tidak tayyib. Anak2 kita jd demen ngmg : oh My God ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜… krn yutuber pd pasang muka happy ketika ngmg OMG.

Ilmu masuk di otak depan. Knp sering lupa ? Krn diblokir otak mamalia dan otak reptil.

Narkoba bikin cpt naek level dari apathy jd damai tp nanti turun lagi ke level apathy. Makanya narkoba itu dilarang.

Org nangis pantang dikasi tissue. Biarin aja kecuali dia mnt tissue sendiri. Gausah dikasi apa2. Mulut diem gausah nasehatin juga. Peluk aja.

Nasehat mulai bs dikasih ketika udah di anak tangga semangat

Klo pny anak perempuan , lg cerita , HARUS perhatikan. Otak perempuan klo lg bicara senang dilihat matanya.

Menikah itu enak bgt. Kesel aja dicatat ibadah, asal istigfar.

Laki2 plg kerja sampai dirumah 10 menit pertama apapun perasaannya pasti pasang muka datar.

Klo suami mukanya datar itu namanya wibawa buibu. Laki2 loadingnya 10 menit.
Sambut dia ketika plg krj ga lbh dr 10 kata. Stlh 10 menit suami itu br bs diajak bicara dan seneng ketika istrinya ada di hadapannya. Jgn ditinggal . Yg dirumahnya blm ada meja kerja khusus buat suami, bikin ya.

Bedanya sm laki2, Perempuan 10detik bs 6x berubah krn hormon progesteron bikin lentur muka kita nih. 

Dari otak turun ke sistem saraf disebarkan ke tubuh. Bdn akan melakukan apa yg diperintahkan otak.

Skrg jaman gadget, anak maen gadget, kita sering ngmg : maen gadget terusss. Di tubuh anak : jd tersebar maen gadget terus. Jadi makin susah berenti.

Hati2 bilang ke anak , anak badung, anak nakal. Klo tetangga bilang anak kita nakal, ga ngefek. Tp klo kita , ibunya sendiri yg bilang , hati2 ya buibu. Ucapkan yg baik2 yaa.

Tubuh manusia ada sinyalnya lho. Ada hukum tarik menarik.

Resapi QS Adz Dzariat 23.

Sumber : Bella, tangerang menyusui

Kamis, 13 Februari 2020

๐Ÿ“š KELUARGA MUSLIM

๐Ÿ“† Kamis, 20 Jumadil Akhir 1441H / 13 Februari 2020
 
๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc. M.Ag.

๐Ÿ“‹ Mengelola Hati Saat Kecewa Pada Pasangan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dalam berkeluarga, suami istri, walaupun secara umum bahagia, tapi mungkin pernah juga merasakan kecewa kepada pasangannya, namun rasa kecewanya tidak boleh dibiarkan berkepanjangan agar tidak berakibat luka yg dalam di dalam hati dan juga tidak melukai perasaan pasangan. Kelolala hati untuk bisa seperti itu dg hal2 sbb: 

1. Berusaha menenangkan hati dengan banyak shalat sunnah, berzikir dan membaca Al-Qur'an.

2. Mengadukan rasa kecewa kepada Allah dengan doa untuk kebaikan keluarga 

3. Menerima pasangan apa adanya, dengan segala kekurangannya. 

4. Memaafkan kesalahan pasangan dan memaklumi kekurangannya.

5. Bersabar dan menahan emosi serta menahan lisan dari kekerasan fisik dan psikis. 

6.  Bersikap objektif dalam melihat kesalahan atau kekurangan pasangan.

7. Bersabar saat pasangan berproses untuk berubah menjadi lebih baik.

8. Berpikir realistis, jangan terbawa perasaan berlebihan. 

9.Mengingat-ingat  kembali tujuan awal, visi dan misi menikah bersama pasangan.

10. Bercerita kepada orang yang bisa dipercaya untuk mendapatkan nasihat dan solusi yg baik. 

11. Memikirkan keistimewaan dan kebaikan-kebaikan yang dimiliki pasangan.

12. Mengalihkan rasa kecewa pada kegiatan-kegiatan positif.

13. Belajar memahami lebih banyak tentang karakter pasangan. 

14. Menjalin komunikasi yang lebih baik dengan ucapan maupun perbuatan sehingga bisa merubah kesalahan pasangan tanpa tekanan. 

15. Menuangkan perasaan kecewa pada pasangan dengan tulisan di buku harian.

16. Melakukan evaluasi terhadap kekurangan dan kesalahan pribadi.

17. Menghibur diri dengan banyak melakukan hal yang digemari.

18. Banyak berdoa dengan do'a Rasulullah SAW. 

ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ู‰ ุงุนูˆุฐ ุจูƒ ู…ู† ุงู„ู‡ู… ูˆุงู„ุญุฒู† ูˆุงุนูˆุฐ ุจูƒ ู…ู† ุงู„ุนุฌุฒ ูˆุงู„ูƒุณู„ ูˆุงุนูˆุฐ ุจูƒ ู…ู† ุงู„ุฌุจู† ูˆุงู„ุจุฎู„ ูˆุงุนูˆุฐ ุจูƒ ู…ู† ุบู„ุจุฉ ุงู„ุฏูŠู† ูˆู‚ู‡ุฑ ุงู„ุฑุฌุงู„ .

Artinya : 
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari gundah dan sedih, lemah dan malas, terkalahkan oleh hutang dan tindakan kekerasan musuh".

19. Berfikir positif dan optimis bahwa setiap ada kecewa maka akan ada bahagia jika bisa dikelolola dan diatasi dengan baik.

20. Berusaha untuk terus mendekat kepada pasangan yang sah di rumah dan bukan menjauh darinya serta tidak mencari pelarian pada pasangan lain.

Wallahu a'lam bish showab

Wasalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh: manis.id

Selasa, 28 Januari 2020

Bahagia dengan stress


Oleh : Rina Kholilatun Nisa
Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tetapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dengan melepaskan beberapa hal dalam kehidupan, walaupun itu tidak mudah. Karena kebanyakan dari kita lebih mengedepankan kemalangan, berfikir negatif dan kurang bersyukur. Sehingga akan timbul tekanan hidup atau stres dalam dirinya.
Tidak heran jika masyarakat Indonesia tingkat stresnya paling tinggi dengan berbagai faktor permasalahan di dalam kehidupannya. Menurut para ahli, di Carnegio Mellon University, Pittsburgh. Bahwa sejak tahun 1983 hingga tahun ini, tingkat stres di dunia mengalami peningkatan sebesar 18% pada wanita dan 24% pada pria. Penelitian ini dimuat dalam Journal of Applied Social Psychology. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya masyarakat Indonesia yang mengalami tingkat stres tinggi tapi juga hampir di seluruh negara mengalami hal yang sama.
Lalu, apa hubungannya bahagia dengan stres? Bahagia kok tapi stres? bahagia inilah yang diidamkan setiap insan, yaitu bahagia yang sesungguhnya tersembunyi dalam berbagai kesulitan dan tantangan di depan mata. Karena kesulitan bisa diubah menjadi berkah dan kesulitan ini pula memiliki kekuatan unik untuk menginspirasi.
Bahagia juga merupakan satu bentuk dari emosi positif yang sesungguhnya sudah ditanamkan Allah SWT dalam diri setiap insan, agar kita dapat menjalani hidup dengan penuh kegembiraan, sehat, awet muda, terbebas dari stres dan penyakit.
Setelah kita merasakan bahwa kesulitan, stres dalam hidup, tekanan hidup yang luar biasa dan segala macamnya. Lalu apa yang akan kita lakukan? Bunuh diri atau menarik diri dikeramaian? Itulah yang terjadi saat ini disekitar kita. 
Saat ini, dari semua permasalahan itu bisa kita selesaikan dengan hal yang simple. Seperti dalam Q.S Al-Alaq : 3-4 inilah metode unik yang membuat orang sukses bisa bangkit dari keterpurukannya, seperti B.J Habibi yang sangat sedih sekali setelah istrinya meninggal akhirnya bisa menjadi sebuah film menginspirasi, seorang Taufik Ismail juga yang akhirnya bisa menjadi sebuah karya puisi yang fenomenal, serta bunda Chichi Sukardjo yang mengalami penyakit luar biasa yang akhirnya bisa sembuh total atas izin Allah dan menerapkan terapi ini, dan masih banyak lagi.
Di dalam Q.S Az-Zariyat :23, mengatakan bahwa “..sungguh apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.” 
Dengan Melepaskan pikiran negatif lalu dituangkan ke dalam selembar kertas bersama pensilnya. ini solusi terbaik yang harus kita lakukan dalam kamus pikiran kita. tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit & kesedihan seseorang dapat mengompensasi kekurangan kita. Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan kita juga dapat memiliki kehidupan yang berharga. 
Menulis pikiran dan perasaan terdalam, merupakan salah satu obat terbaik. Kita akan lebih mengenal diri sendiri, lebih sehat dan bahagia.

Kamis, 23 Januari 2020

Tips tetap Istiqomah mengerjakan NHW tepat waktu


1. Atur waktu khusus dan timeline dengan detail setiap Minggunya dan harus komitmen dengan waktu tersebut. Misalnya tentukan  perenungan mengerjakan NHWnya brp lama, jangan terlalu banyak mikir, karena akan membuat kita pusing dan jadi malas mengerjakan๐Ÿ˜… tulis dulu aja timeline. Misal 3 hari perenungan, 1 hari pengerjaan, dan langsung di kumpulin deh๐Ÿ˜Š
2. Memahami dengan seksama setiap materi dan tugas NHW
3. Kalau belum faham, boleh japri Walas/fasilitator 
4. Setelah Faham, share materi kepada suami supaya satu frekuensi di dalam 1 keluarga.
5. Ajak diskusi suami dan libatkan doi dalam pengerjaan NHW.
6. Jika kita sudah mengetahui misi hidup kita, bisa ajak diskusi suami dalam menentukan misi hidup keluarga. Supaya balance antara misi hidup diri sendiri, suami, dan keluarga. 


Saya yakin semua Ibu-Ibu pembelajar juga pasti mempunyai *misi yg keren2*. Semoga Allah mengijabah mimpi2 kita ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿค๐Ÿป

Berjuanglah wahai ibu pembelajar yang akan siap mengubah peradaban, karena tak ada peradaban tanpa perjuangan.
Berjuanglah sesuai kemampuan dalam bidangmu. Dengan terus berusaha mengembangkan kualitas diri.. sejatinya kita sebagai wanita sedang berjuang untuk membangun bangsa ini.
Selamat berjuang wahai ibu pengubah perdaban๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป

Salam Inspiratif,

Rina K.N Darmawan,S.E

Antalogi Matrikulasi IIP Batch 7

Jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu, dikerjakan oleh orang-orang yang ikhlas, dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani ๐Ÿ˜Š 

Bismillah.
Matrikulasi IIP ini bagi saya seperti kawah untuk tholabul'ilmi. Memposisikan diri untuk selalu mengosongkan gelas agar bisa menyerap dan memahami setiap ilmu yang diberikan.

Dari awal perkuliahan yang saya rasakan adalah excited campur deg-degan yang berusaha aktif dan fokus di kelas walaupun terkadang jamnya kurang pas membuat saya silent reader๐Ÿ™๐Ÿป tapi tetap menyimak dan memahami materi di pagi2 saat anak tidur. Hehe 

Masyaa Allah setiap kali mengerjakan NHW membutuhkan perenungan yang panjaaang sekali, dari diskusi dengan suami berhari-hari sampai akhirnya bisa menyelesaikan NHW. Yang paling berkesan dari rangkaian NHW adalah di NHW 8 yaitu mengenai misi hidup dan produktivitas.๐Ÿ˜  Bagaimana saya bersama suami merumuskan roadmap keluarga saya yang sebelumnya saya belum kepikiran untuk membuat hal ini. Hanya dalam pikiran yang belum dituliskan. Sekarang Alhamdulillah lebih terarahkan dengan adanya roadmap tersebut. Seperti ada rem yg pakem sekali ketika saya dan keluarga berada di jalur yg tidak fokus dan menyimpang. 
Selain itu, jadi gak galau lagi harus ngelakuin apa setelah ini. Karena sudah mempunyai tujuan hidup diri dan keluarga yg jelas. hehe๐Ÿ˜Œ๐Ÿฅฐ walaupun begitu, saya tetap harus belajar dan mengembangkan tujuan hidup saya menjadi lebih baik menuju 10.000 jam, in syaa Allah. 

Alhamdulillah setelah mengikuti pembelajaran selama 9 Minggu ini, mindset saya mengenai IBU RUMAH TANGGA BERUBAH. Saya tidak akan membandingkan diri saya dengan orang lain, tapi saya lebih membandingkan diri saya yang dulu dengan yang sekarang. Apakah ada perubahan ke hal positif atau negatif.. itulah proses hijrah dari zona nyaman ke hal yang lebih baik.
Mencoba belajar profesional dalam segala hal, lebih mengenal diri sendiri dan keluarga, dan yang paling penting saya akhirnya bisa memahami PERAN SPESIFIK saya di kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada saya untuk lebih produktif dan bermanfaat. 
Jika Allah SWT  mengizinkan, 


_“Terkadang Melalui kegagalan Kita Bisa bersikap bijak Menuju Pada Sebuah Hal yang Disebut dengan Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Dinilai Atas Apa yang Kita Lihat Hari Ini. Sama seperti air, kebaikan pun mencari ruang gerak ke tempat yang lebih rendah konsentrasinya. Ke jiwa gersang yang butuh kesegarannya. Maka kita melihat bahwa kebaikan itu menular, dan menyemaikan benih taqwa ke sekitarnya”_

Selama kurang lebih 3 bulan kelas MIIP berjalan, pasang surut dalam ke-istiqomahan mengerjakan NHW tepat waktu dan selalu mengikuti kelas pasti ada. Pernah Ketika sedang banyak-banyaknya kegiatan dalam usaha saya apalagi ketika banyak urusan dan problem di kantor membuat saya pada saat itu jarang ON watshapp apalagi baca dan fokus di grup MIIP, sehingga chat pun menumpuk. Ada rasa menghindari untuk tidak mengerjakan NHW dan berhenti aja deh. Urusin usaha dulu. Tapi... Saya istighfar dan flashback lagi, Saya sendiri yg memilih ikut program ini masa iya baru awal udah nyerah dan gagal? Padahal program ini bagus banget buat kemajuan saya pribadi, keluarga, dan sekolah. ๐Ÿ™…๐Ÿป Akhirnya saya melawan diri saya sendiri dari kefuturan dan saya berprinsip sesuatu yg sudah dimulai HARUS DISELESAIKAN. Bismillah, saya meng-azamkan diri saya untuk tetap mengikuti kelas dan mengerjakan NHW dg tepat waktu. 
Walaupun terkadang ngerjainnya deadliners, yg penting tidak lewat dari hari Senin jam 09.00 wib hehe. 

saat awal2 saya suka ngerjainnya di hari Ahad malam pas hari Senin pagi nya deadline, tapi kok ya saya merasa kurang maksimal karena ngerjainnya terburu2 bahkan "yg penting asal selesai terus ngumpulin deh", ya seperti jaman kuliah dulu๐Ÿ˜‚ Tapi masa iya jaman kemarin sama sekarang mau disamain? Apa bedanya. Ilmu nambah tapi kebiasaan sama? Astaghfirullah.. saya mulai muhasabah dan mencoba mengatur strategi dalam mengerjakan NHW.
Saya membuat jadwal untuk pengerjaan NHW supaya tepat waktu dalam menyelesaikannya.

 Setelah NHW di share, saya akan memahami NHW dan menjadi bahan diskusi dengan suami sampai hari Jum'at siang, Jum'at malam saya kerjakan dengan maksimal mungkin. Kenapa saya ambil waktu sebelum weekend? Karena weekend biasanya Quality time bersama keluarga. Pasti tidak fokus dan jarang pegang HP sehingga untuk amannya saya menyelesaikan sebelum weekend. 

Saya bersyukur sekali mempunyai  teman-teman di kelas yang luar biasa semangatnya dan bisa saling memberikan energi positif. Melalui SOTD (Star of the day) jadi saling mengenal satu sama lain. Ternyata mempunyai profesi yg bervariasi..  Ada yang seorang apoteker, bidan, guru, womenpreneur, dll.. masyaaAllah jadi tambah banyak belajarnya nih dari pengalaman teman-teman di lintas profesi๐Ÿฅฐ
 Selain itu, wali kelas dan fasilitator yang super Inspiratif serta memberikan banyaaaak sekali arahan dan bimbingan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan ilmu untuk kedua Mak wali kelas dan Mak fasilitator MIIP๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿ˜‡ aamiin Allahumma aamiin

Setelah berjalannya program pembelajaran matrikulasi, sambil menunggu hasil kelulusan dan revisian NHW. (*asyiiiiik seperti revisian skripsi kali ya, bahkan lebih dari  skripsi ini mah) ๐Ÿ˜‚

Di MIIP ada program STUDENT SHARING dan  CMSE (CLASS MEETINGS  STUDENT EXCHANGE).

*STUDENT SHARING*
Awal yg tak disangka menjadi salah satu peserta Student sharing dari 7 peserta yg keren2 banget.๐Ÿ˜ Saya banyak terinspirasi dan belajar dari perjalanan teman-teman SS dalam menemukan misi hidup nya.. Alhamdulillah.. saya juga senang sekali bisa sharing tentang Be-DO-HAVE saya. Semoga dengan sharing ini banyak yg mendoakan "mimpi" saya dan keluarga saya. Aamiin Allahumma aamiin

Setelah program SS selesai, berlanjut dengan program CMSE (Class Meeting Student Exchange). ๐Ÿฅฐ

masyaaAllah saya terpilih lagi menjadi salah satu peserta CSME dari 3 peserta CSME yg Inspiratif dan kereeen banget misi hidupnya..

Saya hanya seorang pembelajar yang berusaha semaksimal mungkin melakukan setiap arahan dan bimbingan untuk menjadikan hidup saya lebih baik.
 Terimakasih IIP atas bimbingan nya selama 3 bulan ini. 

Masyaa Allah tabarakallah.. seperti ada suntikan semangat yg sedikit rapuh kala itu setelah pengumuman CSME diumumkan oleh Mak fasilitator kami.
ya! Qodarullah, mungkin Allah menghendaki saya untuk sharing agar menjadi pengingat bagi saya pribadi...
Begitu terharu nya saya ketika masih ada ruang untuk bisa lebih maju dalam perubahan baik. Saya meyakini, ketika saya sharing itu tanda pengingat bagi saya dan ada challenge tersendiri untuk memantaskan diri menjadi pribadi lebih baik dari hari kemarin.

 Semoga Allah meridhoi setiap langkah dan keistiqomahan saya dan kita semuanya. Aamiin Allahumma aamiin.๐Ÿคฒ๐Ÿป

Bismillah, izinkan saya untuk sedikit sharing tentang perjalanan saya CMSE di regional Garut.

Alhamdulillah.. perjalanan saya ke Garut pada hari Selasa, 16 April 2019 pukul 20.00 WIB disambut sangat antusias oleh peserta Matrikulasi IIP regional Garut. 

Btw.. Saya berasa kembali ke masa kuliah dulu karena sering dipanggil "teteh"๐Ÿ˜… dikira teman2 saya dulu orang Sunda, padahal mah orang Jawa asli๐Ÿ˜‚ hehe
Oke.. Back to Topic ya man-teman..

Ternyata teman2 regional Garut ini terdiri dari beberapa kota/kabupaten seperti Tasik, Ciamis, dan Banjar.. 
wah jadi tambah semangat saya bersilaturahmi dengan mereka. 
Setelah saya memperkenalkan diri dan sedikit sharing.. ternyata oh ternyata.. ada teteh yg satu visi misi sama saya. Masyaa Allah๐Ÿ˜ saya senang sekali ada yg satu dreams sama saya, dia sedikit sharing juga sama saya mengenai visi misi keluarga nya yg memang baru menikah, walau masih galau. Akhirnya saya menguatkan ia untuk melanjutkan hal yg sudah dilakukan disana. Ya. Intinya kami saling menguatkan๐Ÿค๐Ÿป
Ada juga yg tertarik dengan Pendidikan konsep FBE (FITRAH BASED EDUCATION) yg sedang saya pelajari, KURIKULUM TAHFIZPRENEUR yang sedang saya kembangkan, dan lain-lain.

Saking serunya kami diskusi, waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB yg merupakan JAMALnya Regional Garut. Akhirnya diskusi diakhiri.. 
Tapi setelah itu, masih banyak yg akhirnya diskusi via wapri hehe. 

Saya jadi belajar mengenai pendidikan di Garut. Mengenal lebih jauh mengenai Garut dari oleh-oleh yang teman-teman regional Garut berikan kepada saya dan teman-teman regional Depok 2 ❤

Selasa, 11 Juni 2019

SEPULUH SKILL YANG HARUS DIMILIKI SUAMI

Menjadi suami, adalah peristiwa besar bagi seorang laki-laki. Ia menjadi suami bukan semata-mata karena sudah menjalani pernikahan dan hidup berumah tangga, namun karena ia menempuh proses untuk mewujudkan kriteria dan kompetensi sebagai suami.

Ada sejumlah ilmu, seni dan ketrampilan yang diperlukan kaum laki-laki, agar mereka bisa menjalani peran sebagai suami dengan baik. Bukan saja suami biasa, namun suami penuh cinta yang akan membawa keluarga menuju surga.

Paling tidak ada sepuluh ketrampilan yang diperlukan lelaki agar bisa berlaku sebagai suami yang penuh cinta kepada keluarga.

Pertama, Ketrampilan Memimpin Keluarga

Laki-laki adalah pemimpin keluarga (QS. An Nisa': 34 dan QS. Al Baqarah : 228). Untuk menjadi pemimpin yang baik, diperlukan kesungguhan, namun juga ketrampilan.

Suami harus memimpin keluarga menuju surga, dan menjauhkan mereka dari neraka. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan spiritual, kepemimpinan emosional, kepemimpinan intelektual, sekaligus kepemimpinan manajerial.

Kedua, Ketrampilan Mencari Nafkah

Suami mendapatkan kewajiban untuk mencukupi kebutuhan nafkah keluarga, (QS. An Nisa' : 34). Karena adanya kewajiban nafkah ini, para suami harus memiliki ketrampilan untuk mencari nafkah yang bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Bukan saja kebutuhan pokok berupa sandang, papan dan pangan, keluarga juga memiliki berbagai kebutuhan untuk membentuk kebahagiaan dalam kehidupan.

Ketiga, Ketrampilan Mengelola Keuangan

Suami tidak hanya perlu memiliki ketrampilan mencari nafkah, namun juga harus memiliki ketrampilan untuk mengelola keuangan keluarga.

Pada kenyataannya, dengan jumlah uang yang sama, seseorang bisa mendapatkan kemanfaatan yang lebih banyak dan optimal daripada orang lain. Hal ini salah satunya berkaitan dengan ketrampilan mengelola harta yang ada untuk bisa berdayaguna dan berhasilguna optimal.

Keempat, Ketrampilan Interaksi dan Komunikasi

Para suami mendapatkan arahan dari Allah untuk mempergauli istri dengan cara yang baik (QS. An Nisa': 19). Ayat ini memberikan isyarat pentingnya memiliki ketrampilan praktis dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri.

Termasuk dalam hal ini adalah ketrampilan berbicara, mendengarkan, bergurau atau bercanda, tertawa, respon dan empati, juga ketrampilan berlaku romantis. Juga ketrampilan mengungkapkan perasaan, menyatakan kecintaan dan kasih sayang, memahami perasaan pasangan.

Kelima, Ketrampilan Mengelola Konflik

Sebagai pemimpin keluarga, suami harus mampu mengelola konflik keluarga dengan bijak dan dewasa. Tidak membiarkan keluarga berada dalam konflik berkepanjangan yang membuat kehidupan tidak produktif.

Suami perlu belajar mengetahui teknik resolusi konflik, dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan keseharian.

Keenam, Ketrampilan Mengekspresikan Cinta

Suami hendaknya menjadi pusat kebahagiaan keluarga. Diperlukan ketrampilan untuk mengekspresikan cinta, baik kepada istri maupun kepada anak-anak.

Agar bisa memiliki ketrampilan mengekspresikan cinta, suami perlu mengetahui tipe bahasa cinta istri. Jika tidak mengetahui, bisa membuat sang istri merasa tidak dicintai, walaupun dirinya sudah merasa mengekspresikan cinta setiap hari.

Ketujuh, Ketrampilan Praktis Kerumahtanggaan

Suami bukanlah seseorang yang hanya bisa memerintah istri dan anak-anak untuk melakukan berbagai macam urusan praktis kerumahtanggaan.

Suami memerlukan ketrampilan praktis –selain perasaan bertanggung jawab dan sense of belonging--  dalam pekerjaan praktis kerumahtanggaan.

Kedelapan, Ketrampilan Praktis Mendidik Anak

Pada dasarnya, pendidikan anak bermula dari rumah, bukan dari sekolah. Fungsi edukatif dalam keluarga menjadi sangat penting untuk mempersiapkan masa depan bangsa dan negara.

Para ayah harus memiliki ketrampilan untuk mendidik anak-anak sehingga mereka menjadi anak salih dan salihah yang menjadi kebanggaan orang tua dalam kebaikan.

Kesembilan, Ketrampilan Mengelola Waktu

Hendaknya para suami pandai mengelola waktu yang dimiliki. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, sementara sedemikian banyak amanah dan tanggung jawab terpikul, harus ada perencanaan dan manajemen waktu yang akurat serta disiplin, sehingga seluruhnya bisa diraih dengan optimal.

Kesepuluh, Ketrampilan Sosial

Sebagai pemimpin keluarga, suami harus memiliki sejumlah ketrampilan sosial yang membuatnya bisa banyak memberikan kemanfaatan bagi orang-orang lain di sekitar.

Keluarga adalah bagian utuh dari masyarakat, yang tidak boleh terasing dan terisolasi dari dinamika kemasyarakatan. Suami mesti terlibat aktif dalam kegiatan posisitf masyarakat, sekaligus berusaha untuk melakukan berbagai perbaikan.

Jika sepuluh ketrampilan ini dimiliki para suami, dirinya akan menjadi suami penuh cinta yang memberikan kebahagiaan kepada keluarga secara utuh dan sempurna.

https://www.kompasiana.com/pakcah/5b1daa9dcf01b45923434292/sepuluh-ketrampilan-ini-harus-dimiliki-suami

(Pak Cah)
#buku Wonderful

Kamis, 16 Mei 2019

AL FATIHAH : MEMASTIKAN DI JALAN YANG LURUS


Jumhur ulama menyatakan bahwa membaca surat Al Fatihah adalah rukun shalat. Tidak sah shalat tanpa membaca Al Fatihah.

Nabi Saw telah bersabda:

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab.” Hadits Riwayat Bukhari nomer 756 dan Muslim nomer 394.

Beliau Saw juga bersabda:

كلُّ صلاةٍ لا يُقرَأُ فيها بأمِّ الكتابِ ، فَهيَ خِداجٌ ، فَهيَ خِداجٌ

“Setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Fatihatul Kitab, maka ia cacat, maka ia cacat”. Hadits Riwayat Ibnu Majah nomer 693, disahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah.

Dinamakan Al Fatihah –yang bermakna pembukaan– karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Qur’an. Al Fatihah juga dinyatakan oleh Nabi Saw sebagai surat yang paling agung di dalam Al Qur’an, sebagaimana hadits dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla Ra.

Abu Sa’id Rafi ibnul Mu’alla mengatakan: Rasulullah Saw berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku.

Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; wahai Rasulullah, engkau tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(Surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsani serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” Hadits Riwayat Bukhari.

Al Fatihah disebut pula sebagai Ummul Qur’an, atau induk Al Quran, karena ia merupakan induk dari semua isi Al Quran. Disebut pula sebagai As Sab’ul Matsani, yaitu tujuh yang berulang-ulang, karena jumlah ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang ketika shalat.

Disebut juga surat Al Kafiyatu Asy Syafiyah. Al Kafiyah maknanya adalah pencukup, dan Asy Syafiyah berarti penyembuh, karena di dalam surat Al Fatihah terdapat penyembuh yang mencukupi untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

Sebagai Al Fatihah ---pembuka, seluruh kandungan maknanya apabila dipahami dan dilaksanakan dengan baik serta benar, akan membimbing manusia untuk membuka kebaikan-kebaikan dalam kehidupan yang telah dituntunkan Allah dan Rasul.

Di dalamnya terdapat prinsip Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah sebagai pondasi aqidah setiap muslim.

Dalam surat ini terdapat kandungan doa yang sangat fundamental,“ihdinash shirathal mustaqim” --- tunjukilah kami jalan yang lurus. Ini merupakan hajat mendasar dalam kehidupan manusia, agar selalu berada di jalan yang lurus. Bukan jalan oang-orang yang Allah murkai, bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Kita mengulang-ulang membaca Al Fatihah dalam setiap raka’at shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah, baik shalat berjama’ah maupun shalat sendirian, agar memiliki orientasi hidup yang lurus. Terus menerus membaca dan menghayati Al Fatihah, agar kehidupan kita selalu dibukakan kebaikan oleh Allah, dan selalu berada di jalan yang lurus.

Maka ketika membaca Al Fatihah, hendaknya disertai kesadaran akan maknanya. Agar Allah benar-benar membuka pintu-pintu kebaikan dalam kehidupan. Agar Allah selalu menjaga kita, sehingga berada di jalan yang lurus.

Semoga spirit Al Fatihah membawa kita menuju kemenangan dunia akhirat. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

(Cahyadi Takariawan)