Kamis, 14 Juli 2016

Mengelola Anak Muda

Anak muda itu penuh dg semangat
Anak muda itu berlebih ide dan gagasan
Anak muda itu punya nyali
Anak muda itu energi peradaban

Islam banyak memberikan "tempat" pada anak-anak muda

Dan banyak pemimpin-pemimpin di dunia yg memberikan "tempat" pada anak-anak muda...

Reformasi '98 adalah bukti energi anak muda, pengejewantahan idealisme anak muda, walaupun di kemudian hari di bajak oleh para orang tua...

Tapi itulah anak muda, kadangkala tdk berfikir akhir, anak muda hanya ingin berbuat dan kontribusi yg terbaik...

Emosional iya...meledak-ledak iya...penuh gagasan iya...itulah anak muda...

Ketika anak-anak muda emosinya tdk bergolak...tdk meledak2 dan miskin gagasan maka pada saat itulah anak muda kehilangan jati diri...

Di sinilah peran pemimpin mengelola anak-anak muda...

Anak muda itu asset bukan property...
Asset akan tumbuh dan berkembang

Property otoritas pemilik bisa berkembang bisa stagnan

Dia investasi bukan cost...
Investasi akan berkembang punya output dan outcome

Kalau cost (biaya) itu beban, memberatkan

Pemimpin harus sadar bahwa anak-anak muda adalah energi peradaban dg segala karakteristiknya

Jangan abaikan potensi anak muda apalagi membonsai potensinya...

Pergolakan harokah Islamiyah di mesir, yordan, aljazair, tunisia tdk lepas dr pergolakan kaum muda

Pergolakan alih generasi utk memimpin peradaban dg metode dialogis dan konstruktif gaya anak muda

Bukan gaya otoriter dan oligarki

Itu sebab para pemimpin2 gerakan Islam lebih membiarkan ruang gerak anak muda ini mengalir menemukan takdirnya

Berkreasi dan berijtihad membaca zamannya kemudian melahirkan narasi-narasi baru dlm gerakan Islam

Narasi Jalan tengah gerakan Islam yg lebih mengedepankan dialog ideologi dan peradaban menjadi gagasan generasi muda gerakan Islam

Kadangkala sgt berbeda dg gaya konservatif pemimpin2 mereka saat ini, karena berbeda cara membaca dan mindset...

Ada pemimpin yg bijak dan sadar bahwa zaman mereka sudah lewat...

Akhirnya mereka memberikan ruang pemikiran dan inisiasi kepada anak-anak muda utk membuat narasi zaman dan peradaban ke depan...

Pemimpin yg memahami zamannya dan bijak serta integral memahami persoalan akan elastis terhadap gagasan2 anak2 muda...

Pemimpin2 bijak melihat anak2 muda ini bukanlah kompetitor dlm kepemimpinan melainkan generasi estafet kepemimpinan

Pemimpin2 bijak tidak menghukum anak-anak muda ini karena "berbeda" dg mereka...

Pemimpin2 bijak justru bersyukur anak-anak muda ini berbeda dg mereka, krn membuktikan mereka punya sikap dan pengetahuan

Pemimpin2 bijak ini tugasnya adalah menyiapkan estafeta kepemimpinan agar sesuai dg zamannya tanpa terputus dr akar historis dan ideologisnya

Tapi ada juga Pemimpin yg salah membaca anak-anak muda...
Kreatifitas dan narasi anak-anak muda dianggap "ancaman"

Padahal kreatifitas dan narasi anak2 muda adalah refleksi dlm membaca zaman

Kreatifitas dan narasi bukanlah ancaman bagi pemimpin melainkan sbg kekayaan dan opsi bg pemimpin dlm mengambil keputusan

Kreatifitas dan narasi anak2 muda jangan di musuhi, apalagi di berangus...

Pemimpin dan orang-orang tua hrs bijak mengelola kreatifitas dan narasi anak muda
Zaman sdh berubah, tantangan sgt berbeda dan lebih kompleks...

Biarkanlah anak-anak muda ini memimpin zamannya, membuat narasi ke depan demi kebaikan dakwah dan gerakan Islam...

Jangan paksakan kehendak kalau memang zaman tidak berkehendak...

Jangan paksakan anak-anak muda ini hidup dg masa lalu...biarkan anak-anak muda ini tumbuh dg zamannya...menatap masa depannya tanpa harus di curigai apalagi di takut-takuti...

Masa depan milik kita wahai anak-anak muda...
Maka bersikaplah...bernarasilah...dan ber-Nyali-lah

Kesempatan jarang dtg 2 kali, momentum tdk setiap kali datang...tp ketika kesempatan dan momentum itu datang, maka songsonglah dg keyakinan dan kepala tegak...

"Ini zaman kita bukan zaman mereka, setiap zaman ada "rijal" nya masing-masing"

Bersiap siagalah....tuntaskan perjuangan!!!

-irfanejo-