Selasa, 11 Juni 2019

SEPULUH SKILL YANG HARUS DIMILIKI SUAMI

Menjadi suami, adalah peristiwa besar bagi seorang laki-laki. Ia menjadi suami bukan semata-mata karena sudah menjalani pernikahan dan hidup berumah tangga, namun karena ia menempuh proses untuk mewujudkan kriteria dan kompetensi sebagai suami.

Ada sejumlah ilmu, seni dan ketrampilan yang diperlukan kaum laki-laki, agar mereka bisa menjalani peran sebagai suami dengan baik. Bukan saja suami biasa, namun suami penuh cinta yang akan membawa keluarga menuju surga.

Paling tidak ada sepuluh ketrampilan yang diperlukan lelaki agar bisa berlaku sebagai suami yang penuh cinta kepada keluarga.

Pertama, Ketrampilan Memimpin Keluarga

Laki-laki adalah pemimpin keluarga (QS. An Nisa': 34 dan QS. Al Baqarah : 228). Untuk menjadi pemimpin yang baik, diperlukan kesungguhan, namun juga ketrampilan.

Suami harus memimpin keluarga menuju surga, dan menjauhkan mereka dari neraka. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan spiritual, kepemimpinan emosional, kepemimpinan intelektual, sekaligus kepemimpinan manajerial.

Kedua, Ketrampilan Mencari Nafkah

Suami mendapatkan kewajiban untuk mencukupi kebutuhan nafkah keluarga, (QS. An Nisa' : 34). Karena adanya kewajiban nafkah ini, para suami harus memiliki ketrampilan untuk mencari nafkah yang bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Bukan saja kebutuhan pokok berupa sandang, papan dan pangan, keluarga juga memiliki berbagai kebutuhan untuk membentuk kebahagiaan dalam kehidupan.

Ketiga, Ketrampilan Mengelola Keuangan

Suami tidak hanya perlu memiliki ketrampilan mencari nafkah, namun juga harus memiliki ketrampilan untuk mengelola keuangan keluarga.

Pada kenyataannya, dengan jumlah uang yang sama, seseorang bisa mendapatkan kemanfaatan yang lebih banyak dan optimal daripada orang lain. Hal ini salah satunya berkaitan dengan ketrampilan mengelola harta yang ada untuk bisa berdayaguna dan berhasilguna optimal.

Keempat, Ketrampilan Interaksi dan Komunikasi

Para suami mendapatkan arahan dari Allah untuk mempergauli istri dengan cara yang baik (QS. An Nisa': 19). Ayat ini memberikan isyarat pentingnya memiliki ketrampilan praktis dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri.

Termasuk dalam hal ini adalah ketrampilan berbicara, mendengarkan, bergurau atau bercanda, tertawa, respon dan empati, juga ketrampilan berlaku romantis. Juga ketrampilan mengungkapkan perasaan, menyatakan kecintaan dan kasih sayang, memahami perasaan pasangan.

Kelima, Ketrampilan Mengelola Konflik

Sebagai pemimpin keluarga, suami harus mampu mengelola konflik keluarga dengan bijak dan dewasa. Tidak membiarkan keluarga berada dalam konflik berkepanjangan yang membuat kehidupan tidak produktif.

Suami perlu belajar mengetahui teknik resolusi konflik, dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan keseharian.

Keenam, Ketrampilan Mengekspresikan Cinta

Suami hendaknya menjadi pusat kebahagiaan keluarga. Diperlukan ketrampilan untuk mengekspresikan cinta, baik kepada istri maupun kepada anak-anak.

Agar bisa memiliki ketrampilan mengekspresikan cinta, suami perlu mengetahui tipe bahasa cinta istri. Jika tidak mengetahui, bisa membuat sang istri merasa tidak dicintai, walaupun dirinya sudah merasa mengekspresikan cinta setiap hari.

Ketujuh, Ketrampilan Praktis Kerumahtanggaan

Suami bukanlah seseorang yang hanya bisa memerintah istri dan anak-anak untuk melakukan berbagai macam urusan praktis kerumahtanggaan.

Suami memerlukan ketrampilan praktis –selain perasaan bertanggung jawab dan sense of belonging--  dalam pekerjaan praktis kerumahtanggaan.

Kedelapan, Ketrampilan Praktis Mendidik Anak

Pada dasarnya, pendidikan anak bermula dari rumah, bukan dari sekolah. Fungsi edukatif dalam keluarga menjadi sangat penting untuk mempersiapkan masa depan bangsa dan negara.

Para ayah harus memiliki ketrampilan untuk mendidik anak-anak sehingga mereka menjadi anak salih dan salihah yang menjadi kebanggaan orang tua dalam kebaikan.

Kesembilan, Ketrampilan Mengelola Waktu

Hendaknya para suami pandai mengelola waktu yang dimiliki. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, sementara sedemikian banyak amanah dan tanggung jawab terpikul, harus ada perencanaan dan manajemen waktu yang akurat serta disiplin, sehingga seluruhnya bisa diraih dengan optimal.

Kesepuluh, Ketrampilan Sosial

Sebagai pemimpin keluarga, suami harus memiliki sejumlah ketrampilan sosial yang membuatnya bisa banyak memberikan kemanfaatan bagi orang-orang lain di sekitar.

Keluarga adalah bagian utuh dari masyarakat, yang tidak boleh terasing dan terisolasi dari dinamika kemasyarakatan. Suami mesti terlibat aktif dalam kegiatan posisitf masyarakat, sekaligus berusaha untuk melakukan berbagai perbaikan.

Jika sepuluh ketrampilan ini dimiliki para suami, dirinya akan menjadi suami penuh cinta yang memberikan kebahagiaan kepada keluarga secara utuh dan sempurna.

https://www.kompasiana.com/pakcah/5b1daa9dcf01b45923434292/sepuluh-ketrampilan-ini-harus-dimiliki-suami

(Pak Cah)
#buku Wonderful

Kamis, 16 Mei 2019

AL FATIHAH : MEMASTIKAN DI JALAN YANG LURUS


Jumhur ulama menyatakan bahwa membaca surat Al Fatihah adalah rukun shalat. Tidak sah shalat tanpa membaca Al Fatihah.

Nabi Saw telah bersabda:

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab.” Hadits Riwayat Bukhari nomer 756 dan Muslim nomer 394.

Beliau Saw juga bersabda:

كلُّ صلاةٍ لا يُقرَأُ فيها بأمِّ الكتابِ ، فَهيَ خِداجٌ ، فَهيَ خِداجٌ

“Setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Fatihatul Kitab, maka ia cacat, maka ia cacat”. Hadits Riwayat Ibnu Majah nomer 693, disahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah.

Dinamakan Al Fatihah –yang bermakna pembukaan– karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Qur’an. Al Fatihah juga dinyatakan oleh Nabi Saw sebagai surat yang paling agung di dalam Al Qur’an, sebagaimana hadits dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla Ra.

Abu Sa’id Rafi ibnul Mu’alla mengatakan: Rasulullah Saw berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku.

Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; wahai Rasulullah, engkau tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(Surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsani serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” Hadits Riwayat Bukhari.

Al Fatihah disebut pula sebagai Ummul Qur’an, atau induk Al Quran, karena ia merupakan induk dari semua isi Al Quran. Disebut pula sebagai As Sab’ul Matsani, yaitu tujuh yang berulang-ulang, karena jumlah ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang ketika shalat.

Disebut juga surat Al Kafiyatu Asy Syafiyah. Al Kafiyah maknanya adalah pencukup, dan Asy Syafiyah berarti penyembuh, karena di dalam surat Al Fatihah terdapat penyembuh yang mencukupi untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

Sebagai Al Fatihah ---pembuka, seluruh kandungan maknanya apabila dipahami dan dilaksanakan dengan baik serta benar, akan membimbing manusia untuk membuka kebaikan-kebaikan dalam kehidupan yang telah dituntunkan Allah dan Rasul.

Di dalamnya terdapat prinsip Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah sebagai pondasi aqidah setiap muslim.

Dalam surat ini terdapat kandungan doa yang sangat fundamental,“ihdinash shirathal mustaqim” --- tunjukilah kami jalan yang lurus. Ini merupakan hajat mendasar dalam kehidupan manusia, agar selalu berada di jalan yang lurus. Bukan jalan oang-orang yang Allah murkai, bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Kita mengulang-ulang membaca Al Fatihah dalam setiap raka’at shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah, baik shalat berjama’ah maupun shalat sendirian, agar memiliki orientasi hidup yang lurus. Terus menerus membaca dan menghayati Al Fatihah, agar kehidupan kita selalu dibukakan kebaikan oleh Allah, dan selalu berada di jalan yang lurus.

Maka ketika membaca Al Fatihah, hendaknya disertai kesadaran akan maknanya. Agar Allah benar-benar membuka pintu-pintu kebaikan dalam kehidupan. Agar Allah selalu menjaga kita, sehingga berada di jalan yang lurus.

Semoga spirit Al Fatihah membawa kita menuju kemenangan dunia akhirat. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

(Cahyadi Takariawan)

Tahapan Pendidikan Agama Anak dari usia Nol sampai Seumur Hidup


Oleh Kiki Barkiah

Masa 15 - seumur hidup

Setelah masa 14 tahun pertama anak belajar Islam untuk dapat memahami dan melaksanakan kewajiban diri sebagai seorang muslim, maka proses belajar selanjutnya adalah mempelajari segala ilmu yang dibutuhkan untuk memperhias ibadah wajib dengan ibadah sunnah serta berlatih untuk secara komitmen melaksanakannya agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Allah. Proses pendalaman materi Islam juga diperluas untuk memahami dan mengamalkan bagaimana aplikasi Islam dalam setiap lini kehidupan, sehingga ia mampu menjalankan peran personal manusia dalam peradaban, yaitu:

1. Rahmatan lil alamin: Menebar rahmat bagi semesta (Peace and compassion)
"Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" Al-Anbiya QS. 21:107

2. Bashiro wa Nadziro (Solution Maker, Problem Solver, Reminder)
"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." Al-Baqoroh QS. 2:119

Mendalami ilmu agama pun terus dilakukan agar anak senantiasa Istiqomah untuk tetap berada dalam lingkungan sosial yang bersama-sama berjuang menjalankan peran komunal manusia dalam peradaban, yaitu:

1. Khoirul Ummah (Ummat yang terbaik)
“Kamu sekalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah?” (Q.S. Ali ‘Imrân: 110).
2. Ummatan Washatan (umat pertengahan) “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu sekalian ummatan wasathan (umat yang moderat, umat yang adil, umat pilihan), agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu?” (Q.S. Al-Baqarah: 143).
Apa yang perlu kita lakukan?

Adapun tujuan yang hendak kita capai dalam proses ini adalah mengantarkan kita sekeluarga menuju kematian terbaik dan meraih kehidupan akhirat terbaik melalui jihad fisabilillah yang sesuai dengan peran yang diambil oleh masing-masing anggota keluarga dalam peradaban.

Apa yang kita lakukan di masa ini?
Apabila tahapan pendidikan agama 0-14 telah dilakukan dengan baik, maka selanjutnya hubungan yang dapat kita bangun bersama anak adalah sebagai partner dalam dakwah dan partner dalam jihad. Seumur hidup saling berlomba dalam kebajikan untuk .menambah pahala, bekerja bersama atau berharmonisasi dalam dakwah dan kontribusi jihad fisabilillah, serta tak henti-hentinya saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.

Referensi:
Buku “Pendidikan Berbasis Fitrah” Ustadz Harry Santosa
Ceramah Ustadz Budi Azhari, Lc
Buku Inpirasi Rumah Cahaya Ustadz Budi Azhari, Lc

Catatan:

Sebelum terlambat dan anak anak semakin jauh dari nilai-nilai agama, mari kita galakkan pendidikan Islam rutin sejak dini di rumah melalui buku buku untuk  usia dini, masa tahrib dan pre Akil baligh.

Tahapan Pendidikan Agama Anak dari usia Nol sampai Seumur Hidup

Oleh Kiki Barkiah

Masa tadrib 7-10 tahun

konsep agama yang ditekankan di usia 7-10 adalah membangkitkan kesadaran Allah sebagai Malik (waliyan dan hakiman)

Apa yang perlu kita lakukan?
1. Mulai mengajarkan shalat dan menjalankan shalat 5 waktu
2. Mulai mengajarkan dan melatih anak melakukan ibadah lainnya seperti puasa dll
3. Terus menyiram dan memupuk benih keimanan
4. Mulai mengenalkan nilai
5. Mulai mengenalkan perintah dan larangan
6. Anak laki laki didekatkan ke ayah, anak perempuan didekatkan ke ibu

Adapun tujuan yang hendak ingin dicapai dari proses ini adalah saat berusia 10 tahun anak-anak berkomitmen melakukan ibadah sebagai buah dari keimanan

Bagaimana metode yang digunakan?
1. Pendidikan melalui kurikulum sistematis
2. Pendidikan melalui nasihat
3. Pendidikan melalui keteladanan
4. Pendidikan melalui kisah teladan
5. Pendidikan melalui penggalian hikmah
6. Pendidikan melalui penjagaan kesucian fitrah
7. Pendidikan melalui pelatihan dan pembiasaan

Sedangkan penekanan konsep agama yang disampaikan di usia  7-10 baik melalui kisah nabi, Rasulullah saw, para sahabat, serta menyampaikan materi islam secara lebih terstruktur, diharapkan dapat membuat:
1. Anak mengenal konsep  Allah sebagai pembuat hukum atau aturan
2. Anak mengenal konsep Allah pemilik kekuasaan tertinggi dalam pemerintah
3. Anak mengenal konsep Allah sebagai satu-satunya zat yang di sembah
4. Anak mengenal konsep "Islam The Way of Life" yaitu mengenal bahwa islam begitu sempurna mengatur semua bidang kehidupan dari urusan kecil sampai urusan besar
5. Anak mengenal konsep hari akhir dan negeri akhirat
6. Anak mengenal konsep pertanggungjawaban amal perbuatan
7.  Anak mengenal malaikat
8.  Anak mengenal konsep bahwa syaitan adalah musuh nyata baginya
9. Anak mengenal konsep “Rasulullah sang Teladan”
10. Anak mengenal konsep bahwa mengaplikasikan islam berarti meneladani/itiba Rasulullah
11. Anak mulai secara konsisten belajar fiqh ibadah dan berlatih untuk mengamalkannya.

Sabtu, 11 Mei 2019

YOUTH PIONEER

Terkadang Melalui kegagalan Kita Bisa bersikap bijak Menuju Pada Sebuah Hal yang Disebut dengan Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Dinilai Atas Apa yang Kita Lihat Hari Ini. Sama seperti air, kebaikan pun mencari ruang gerak ke tempat yang lebih rendah konsentrasinya. Ke jiwa gersang yang butuh kesegarannya. Maka kita melihat bahwa kebaikan itu menular, dan menyemaikan benih taqwa ke sekitarnya.

Teringat beberapa bulan yang lalu, ketika @iso.indonesia tercetus di pikiran seorang pemuda pelopor Jawa Barat, bernama Darmawan Haryanto,S.H. dialah coach, partner dan suami saya yg menjadi teman sharing setiap waktu.

Ketika Allah memberikan ujian pada saat itu kita tidak berhenti, tapi terus berlari, berjuang dan berproses.
Menjadi sebuah pelajaran berharga buat kami ketika kegagalan menimpa. Pada akhirnya Allah memberikan sedikit pelangi untuk @iso.indonesia berprestasikeluarga dan bermanfaat. Dengan meraih penghargaan sebagai pemuda pelopor bidang lingkungan dan SDA dan pemenang lomba teknologi tepat guna tingkat kota. Masya Allah tabarakaAllah.. semoga @iso.indoensia semakin berkembang, maju, dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia ❤️

Tips tetap Istiqomah mengerjakan NHW tepat waktu


1. Atur waktu khusus dan timeline dengan detail setiap Minggunya dan harus komitmen dengan waktu tersebut. Misalnya tentukan  perenungan mengerjakan NHWnya brp lama, jangan terlalu banyak mikir, karena akan membuat kita pusing dan jadi malas mengerjakan😅 tulis dulu aja timeline. Misal 3 hari perenungan, 1 hari pengerjaan, dan langsung di kumpulin deh😊

2. Memahami dengan seksama setiap materi dan tugas NHW

3. Kalau belum faham, boleh japri Walas/fasilitator

4. Setelah Faham, share materi kepada suami supaya satu frekuensi di dalam 1 keluarga.

5. Ajak diskusi suami dan libatkan doi dalam pengerjaan NHW.

6. Jika kita sudah mengetahui misi hidup kita, bisa ajak diskusi suami dalam menentukan misi hidup keluarga. Supaya balance antara misi hidup diri sendiri, suami, dan keluarga.

Saya yakin semua Ibu-Ibu pembelajar juga pasti mempunyai misi yg keren-keren. Semoga Allah mengijabah mimpi2 kita ya😘🤝

Berjuanglah wahai ibu pembelajar yang akan siap mengubah peradaban, karena tak ada peradaban tanpa perjuangan.
Berjuanglah sesuai kemampuan dalam bidangmu. Dengan terus berusaha mengembangkan kualitas diri.. sejatinya kita sebagai wanita sedang berjuang untuk membangun bangsa ini.
Selamat berjuang wahai ibu pengubah perdaban🤝🏻🤝🏻💪🏻

Salam Inspiratif,

Rina K.N Darmawan,S.E

Jumat, 19 April 2019

Untaian cerita sederhana selama CMSE di Garut

Terkadang Melalui kegagalan Kita Bisa bersikap bijak Menuju Pada Sebuah Hal yang Disebut dengan Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Dinilai Atas Apa yang Kita Lihat Hari Ini. Sama seperti air, kebaikan pun mencari ruang gerak ke tempat yang lebih rendah konsentrasinya. Ke jiwa gersang yang butuh kesegarannya. Maka kita melihat bahwa kebaikan itu menular, dan menyemaikan benih taqwa ke sekitarnya

Sebelumnya Terimakasih kepada Mak Nisa selaku fasilitator, Mak Hani dan Mak Putri selaku wali kelas yg telah memberikan kesempatan saya untuk berkunjung sharing ke regional lain.

Awal yg tak disangka menjadi salah satu peserta Student sharing yg akhirnya berlanjut ke CMSE (Class Meeting Student Exchange). 🥰
Saya hanya seorang pembelajar yang berusaha semaksimal mungkin melakukan dari setiap arahan dan bimbingan untuk menjadikan hidup saya lebih baik.
Terimakasih IIP atas bimbingan nya selama 3 bulan ini.

Masyaa Allah tabarakallah.. seperti ada suntikan semangat yg sedikit rapuh kala itu setelah pengumuman CSME diumumkan oleh Mak fasilitator kami.
ya! Qodarullah, mungkin Allah menghendaki saya untuk sharing agar menjadi pengingat bagi saya pribadi...
Begitu terharu nya saya ketika masih ada ruang untuk bisa lebih maju dalam perubahan baik. Saya meyakini, ketika saya sharing itu tanda pengingat bagi saya dan ada challenge tersendiri untuk memantaskan diri menjadi pribadi lebih baik dari hari kemarin.

Semoga Allah meridhoi setiap langkah dan keistiqomahan saya dan kita semuanya. Aamiin Allahumma aamiin.🤲🏻

Bismillah, izinkan saya untuk sedikit sharing tentang perjalanan saya CMSE di regional Garut.

Alhamdulillah.. perjalanan saya ke Garut pada hari Selasa, 16 April 2019 pukul 20.00 WIB disambut sangat antusias oleh peserta Matrikulasi IIP regional Garut.

Btw.. Saya berasa kembali ke masa kuliah dulu karena sering dipanggil "teteh"😅 dikira teman2 saya dulu orang Sunda, padahal mah orang Jawa asli😂 hehe
Oke.. Back to Topic ya man-teman..

Ternyata teman2 regional Garut ini terdiri dari beberapa kota/kabupaten seperti Tasik, Ciamis, dan Banjar..
wah jadi tambah semangat saya bersilaturahmi dengan mereka.
Setelah saya memperkenalkan diri dan sedikit sharing.. ternyata oh ternyata.. ada teteh yg satu visi misi sama saya. Masyaa Allah😍 saya senang sekali ada yg satu dreams sama saya, dia sedikit sharing juga sama saya mengenai visi misi keluarga nya yg memang baru menikah, walau masih galau. Akhirnya saya menguatkan ia untuk melanjutkan hal yg sudah dilakukan disana. Ya. Intinya kami saling menguatkan🤝🏻
Ada juga yg tertarik dengan Pendidikan konsep FBE (FITRAH BASED EDUCATION) yg sedang saya pelajari, KURIKULUM TAHFIZPRENEUR yang sedang saya kembangkan, dan lain-lain.

Saking serunya kami diskusi, waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB yg merupakan JAMALnya Regional Garut. Akhirnya diskusi diakhiri..
Tapi setelah itu, masih banyak yg akhirnya diskusi via wapri hehe.

Saya jadi belajar mengenai pendidikan di Garut. Mengenal lebih jauh mengenai Garut dari oleh-oleh yang teman-teman regional Garut berikan kepada saya dan teman-teman regional Depok 2 ❤

Bisa jadi referensi kalau ingin berkunjung ke Kota Garut loh. Terimakasih ya teteh-teteh canshol (cantik-sholehah) atas oleh-oleh nya.

🙋🏻Question 1: ini pola hampir sama dengan visi misi rumah tangga saya yg baru,, di buat dengan misua..😁 bolehkah sedikit mengikuti.. Mau bertanya,bagaimana cara awal menyatukan satu misi visi keluarga teteh ?😊
💁🏻 Waah Masyaa Allah .. kalau boleh tau hampir sama di bagian mana nya teh?
Saya sama suami mempunyai PASSION yg sama yaitu dibidang pendidikan, social, dan bisnis.. pertama kali kita merumuskan ini ketika kita honeymoon.. jadi kita honeymoon nya sekalian bawa buku sama pen utk merumuskan keluarga kita mau di bawa kemana..😊
🙋🏻 Tanggapan Q1: Masa allah.. Terimakasih teh rina, sebenarnya masih meraba2 sama suami mau dibawa kemana visi misi keluarga karena kita sama2 masih mencari passion ,, kebetulan usia pernikahan kami baru 1 minggu..🤭🤭 tapi CSME teteh... Sedikit mengarah kesana,, pendidikan dan sosial nya dan basic tahfidznya..🤗🤗

🙋🏻Question 2: Tertarik dg kata2 tahfidzpreneur teh? Mksdnya bgmn? Satu lagi mlm syariah konsepnya sperti apa?
💁🏻 1⃣ Iya masyaaAllah jika anak dididik dari usia dini dg konsep Tahfizpreneur.. in syaa Allah dunia akhirat tabungan untuk orangtuanya..
Saya bersama suami sudah mempunyai kurikulum berbasis IITE yg fokusnya pada TAHFIDZPRENEUR..
Dari usia 5tahun..
Alhamdulillah saat ini di sekolah yg saya bangun bersama suami sudah diterapkan kurikulum ini..

2⃣MLM syariah.. seperti konsep MLM syariah pada umumnya teh.
Misalnya.. Saya mengajar kan 10 menti, lalu per menti saya harus menyampaikan ilmu yg sudah saya berikan kepada 10 orang lagi.. jadi 10×10 jadi 100 orang..
Dan akan terus menerus.. dengan konsep ini semoga ilmu saya dapat terus bermanfaat🙏🏻
Alhamdulillah konsep ini sudah saya terapkan sejak 2016 setelah saya menikah.. saya membuat COACHING CENTER untuk para pelajar FREE.
mohon doanya ya teteh2 semua😊🤝🏻

🙋🏻 Question 3: Masya Allah keren...
Teh, mau tanya kalau konsep portofolio untuk anak setiap hari dilakukan?
Terus cara teteh membagi waktu dalam kegiatan sehari-hari seperti apa?
💁🏻Iya, setiap malam setelah anak saya tidur.. saya suka menulis hal-hal yg menarik dari anak.. dg melihat beberapa spesifikasi nya..
Saya bersinergi dengan suami. Ibarat suami itu partner saya dalam segala hal.. seperti urusan bisnis, urusan domestik, urusan mendidik anak semuanya.. untuk urusan domestik dan mendidik anak saya tidak memakai jasa art/babysister. Jadi semua saya yg lakukan yg terkadang dibantu oleh suami ketika senggang... Untuk urusan bisnis atau di ranah publik,saya melihat prioritas nya.. ketika bisa dilakukan oleh  karyawan atau orang kepercayaan saya maka akan saya delegasikan Kepada mereka. Tetapi ketika butuh saya yg melakukan akan saya lakukan dengan konsekuensi anak saya diikutsertakan.. walau masih bayi dan belum ngerti apa2 sengaja saya ikut serta kan supaya sejak sedini mungkin ia melihat dan belajar bagaimana orangtuanya berbisnis, dll..

🙋🏻 Question 4: Masya allah bguss bgt 🥺
Mba rina mau tanya dong
Kalo konsep FBE itu apa y?
💁🏻 FITRAH BASED EDUCATION.
jujur saya baru "Jatuh cinta" dengan konsep FBE ketika kenal dengan IIP di kelas Matrikulasi ini..
Saya sedang dalam proses mendalami konsep tersebut.  Kurang lebih framework FBEnya seperti ini ya teh😊 (Saya memberikan framework FBE dari Pak Harry Santosa)

🙋🏻 Question 5: metode seperti apa yg mba gunakan dalam mengajarkan alquran pada anak2...sehingga tertanam dlm diri anak rasa cinta terhadap al quran?
💁🏻 Sebenarnya banyak yah metode2 dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur'an ..
Yg sudah saya terapkan di sekolah saya di usia anak-anak min.3 tahun itu dg metode asy-syafii untuk anak. Bisa search metode ya teh😊 kebetulan saya kenal dengan penulis nya.

Untuk menghafal saya pakai metode menghafal semudah tersenyum, kebetulan suami juga kenal dengan Founder nya..

Kalau yg skrng saya terapkan di anak saya yg usia 20m. Saya sering mendengar kan murotal dan ajak ia mengaji bersama.  In syaa Allah ia akan mencintai Al-Qur'an dg setiap hari dekat dengan Al Qur'an..
🙋🏻 Tanggapan: waahh makasi banyak mba,nanti saya coba searching2 lagi. Boleh lanjut japri2 ya besok2 kalo mau tanya😊🤭

👩🏻‍💻Teh Rina, jazaakumullah khayr atas sharingnya, sangat menginspirasi...
Ini ada sedikit oleh oleh dari kami, mudah2an bisa jadi kenang kenangan... Hehe..
Meski raga kita berjauhan, namun hati kita bertautan dalam satu tujuan yang sama : menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga 🥰

Dan sebagai kenang2an terbaik adalah penghargaan dari kami semua atas kedatangan Mba @⁨Rina inspirasianaknegeri⁩ ...
Semoga inspirasinya menjadi Amal jariyah. Aamiin...

Sekian sharing saya. Semoga bermanfaat🌷

Salam Inspiratif,

Rina KN Darmawan
@rinanisaa

Aliran Rasa Matrikulasi IIP Batch 7 ❤️

Matrikulasi IIP ini seperti kawah untuk tholabul'ilmi. Memposisikan diri untuk selalu mengosongkan gelas agar bisa menyerap dan memahami setiap ilmu yang diberikan.
Dari awal perkuliahan yang saya rasakan adalah excited campur deg-degan yang berusaha aktif dan fokus di kelas walaupun terkadang jamnya kurang pas membuat saya silent reader🙏🏻 tapi tetap menyimak dan memahami materi di pagi2 saat anak tidur. Saya juga senang sekali mempunyai teman-teman di kelas yang luar biasa semangatnya dan bisa saling memberikan energi positif.

Masyaa Allah setiap kali mengerjakan NHW membutuhkan perenungan yg panjaang, dari diskusi dengan suami berhari-hari, sampai akhirnya bisa menyelesaikan NHW. Yang paling berkesan dari rangkaian NHW adalah di NHW 8 yaitu mengenai misi hidup dan produktivitas. Bagaimana saya bersama suami merumuskan roadmap keluarga saya yang sebelumnya saya belum kepikiran untuk membuat hal ini. Hanya dalam pikiran yang belum dituliskan.

Alhamdulillah setelah mengikuti pembelajaran selama 9 Minggu ini, mindset saya mengenai IBU RUMAH TANGGA BERUBAH. Saya tidak akan membandingkan diri saya dengan orang lain, tapi saya lebih membandingkan diri saya yang dulu dengan yang sekarang. Apakah ada perubahan ke hal positif atau negatif.. itulah proses hijrah dari zona nyaman ke hal yang lebih baik.
Mencoba belajar profesional dalam segala hal, lebih mengenal diri sendiri dan keluarga, dan yang paling penting saya akhirnya bisa memahami PERAN SPESIFIK saya di kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada saya untuk lebih produktif dan bermanfaat.

Terimakasih untuk Mak nisa selaku fasilitator, Mak Hani dan Mak Putri selaku wali kelas yang telah banyak membimbing  dan mengarahkan saya.

Semoga NHW-NHW yang sudah saya kerjakan ini bisa direalisasikan dalam kehidupan dan bisa berkesempatan mengikuti rangkaian kelas selanjutnya. Aamiin Allahumma aamiin

Salam inspiratif,

@rinanisaa